a. Pengertian filsafat pendidikan
Kajian filosofis tentang asumsi-asumsi dasar, konsep,
prinsip-prinsip, hingga kategori didalam penyelenggaraan pendidikan.
b. Tujuan filsafat pendidikan
1. Menemukan makna dasar dari pendidikan itu sendiri. Menemukan hakikat
dari keberadaan tentang pendidikan.
2. Menemukan hakikat dari keberadaan tentang pendidikan
c. Pendidikan di era revolusi mental
Revolusi mental adalah reinterpretasi atas dasar-dasar
filsafat bangsa yang akan berpengaruh pada tingkat makro hingga mikro dari
proses penyelenggaraan Negara saat ini maupun nanti.
Revolusi mental di satu sisi dan pembangunan Negara
disisi lain merupakan dua dictum yang memilikikorelasi di dalam konteks
pengembangan nilainilai kebangsaan, pembangkitan sikap mental yang positif,
reinterpretasi daya juang, atau revitalisasi gerakan mengubah “mental
tempe”(sebagaimana diungkapkan oleh Soekarno). Berikut akan dijelaskan mengenai
operasionalisasi revolusi mental dalam tingkat kenegaraan melalui beberapa
tahapan. (1)konsep dasar revlusi mental sebagaimana digagas oleh Joko Widodo.
Hal itu diangkat melalui gagasan yang dituangkan dalam tulisan pendek yang
menjadi fenomenal; (2) pemahaman dasar tentang konsepsi kenegaraan dalam
hubungannya dengan penumbuhan semangat revolusi mental, dan (3) langkah-langkah
strategi dalam pengembangan revolusi mental pada tingkat kenegaraan.
1. Pendidikan sebagai praktik desentralisasi
2. Dari reformasi pendidikan menuju revolusi
d. Langkah strategis revolusi mental dalam pendidikan
1. Pelaksanaan pada tingkat pribadi
2. Pelaksanaan pada tingkat kelembagaan
3. Pelaksanaan revolusi mental pada tingkat hubungan antar lembaga Negara
Mata
pelajaran terorisme
Pendidikan
dalam konteks terorisme
Peristiwa
runtuhnya gedung WTC di Amerika pada 11 september 2001 menandai adanya sebuah
masa yang hantui dengan isu terorisme. Isu tersebut masuk kedalam praktik
pendidikan secara tak terhindarkan. Dirumuskan pemecahan permasalahan radikalisme
dan terorisme memerlukan pendekatan yang komprehensif dan lintas sektoral.
Bangkrutnya
rasionalisme di sekolah
Rasionalitas
adalah pengetahuan yang didasarkan pada nalar
logis. Nalar logis tersebut diambil dari logika formal sebagaimana
dikembangkan oleh Aristoteles.
1. Rasionalitas Immanuel Kant
Bila pengetahuan yang dipelajari oleh siswa adalah
bentuk dari pengembangan rasio, maka kekuatan do’a adalah praktik pengembangan
intuisi. Di dalam sistem epistemologi manusia Immanuel Kant menjelaskan tentang
sumber pengetahuan yang djelaskan dari dua aspek, yakni a prioro dan a
posteriori.pengetahuan a priori diperoleh dengan sendirinya oleh manusia yang
memiliki potensi mencapai kekuatan-kekuatan transcendental. Potensi itu
diperoleh melalui kognisi setiap orang.
Sementara aposteriori merupakan pengetahuan yang
dicapai melalui intuisi terhadap dunia luar.
sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar